Dermatitis Atopi


Dermatitis atopik adalah penyakit atopik dengan gejala di kulit, dan berkaitan erat dengan penyakit atopik pada organ lain.
•Etiologi multifaktorial :

– Faktor internal  : diperankan oleh banyak gen

(genetik), hipersensitivitas, dan kerusakan sawar

kulit.

– Faktor eksternal : alergen, lingkungan, dan faktor

pencetus lainnya

•Di Indonesia pada tahun 2000, dermatitis atopik merupakan 23% diantara kasus baru penyakit kulit per tahun dan berada pada peringkat pertama dari 10 jenis penyakit kulit.
•65% dermatitis usia bayi dan anak disebabkan alergi makanan, terutama alergi susu sapi, yang merupakan alergen makanan pertama yang dikenal bayi.
•Belum semua gen yang diduga sebagai penyebab telah terbukti kebenarannya, demikian pula pola penurunannya.
•Secara umum Dermatitis atopik didasari faktor hipersensitivitas (dimediasi IgE) yang diturunkan secara genetik, disertai gangguan sawar kulit dan psikis.
•Selain itu dipicu oleh barbagai faktor eksternal, antara lain alergen hirup dan makanan, superantigen, serta kelembaban udara.
•Beberapa jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi : susu sapi, telur ayam, kacang-kacangan, ikan laut, kacang kedele dan gandum.
•Makanan lain : coklat, tomat, bahan aditif, misalnya zat penyedap rasa, zat pengawet, dan zat warna.
•Alergen hirup : tungau debu rumah, kecoa, Candida albicans, serpihan kulit binatang piaraan : kucing, anjing, kelinci dan burung.

Pada penderita DA, kulit pada umumnya kering walaupun di daerah yang tidak terkena dermatitis. Penyebab yang pasti kulit kering pada DA tidak diketahui, berbagai teori dikemukakan untuk menerangkan terjadinya xerosis tersebut.7 8

Stratum korneum merupakan lapisan kulit tertular yang salah satu fungsinya adalah mempertahankan keseimbangan air dalam kulit agar kulit tidak menjadi kering. Kulit kering pada DA mungkin disebabkan oleh eksema ringan yang persisten. Peradangan kulit ringan ini menyebabkan hiperplasia epidermis dan gangguan keratinisasi. Sel stratum korneum pada kulit normal mendatar menyebabkan penurunan permeabilitas terhadap air. Sel dari stratum korneum penderita DA lebih kecil dan kurang mengandung ceramide dibandingkan sel kulit normal. Sel yang berukuran kecil menunjukkan sel ini tidak mendatar sehingga permeabilitasnya terhadap air meningkat. Dengan kata lain strtum korneum lebih rentan terhadap invasi bahan-bahan yang larut dalam air dibandingkan kulit normal. Ceramide merupakan komponen lemak insterseluler pada stratum korneum yang berperan penting dalam menahan air. Ceramide dapat dibagi dalam beberapa fraksi, pada DA semua fraksi menurun dan penurunan Caramide 1 mempunyai peranan penting dalam fungsinya sebagai barier pada stratum korneum. 4 5
Abnormalitas metabolisme asam lemak esensial mungkin juga berhubungan dengan kulit kering pada DA. Berkurangnya aktivitas delta 6 desaturase diduga sebagai sumber penurunan metabolit linoleat dan linolenat. Asam linoleat dan linolenat adalah asam lemak esensial yang berperan pada struktur normal dan fungsi barier epidermis dan membentuk bahan tipeeicosanoid dari mediator peradangan (prostaglandin dan leukotrien).
Penemuan lain menunjukkan bahwa di lapisan granuler epidermis terdapat profilagrin yaitu suatu protein dengan berat molekul tinggi didesfosforilasi menjadi filagrin, yang selanjutnya menyebabkan kerusakan pembentukan faktor pelembab alami (natural moisturizing factor). 8-9
Kekeringan kulit menunjukkan bahwa stratum korneum tidak mampu mempertahankan hidrasi secara adekuat diaman terjadi penurunan kemampuan mengikat air dan peningkatan pengeluaran air transepidermal. Hal ini dapat mengakibatkan struktur kulit menjadi lebih rapuh dan cenderung membentuk retak / fisura. Di samping itu kulit menjadi lebih rapuh dan cenderung membentuk retak/fisura. Di samping itu kulit kering cenderung mengalai penurunan ambang rasa gatal, sehingga kulit menjadi lebih mudah gatal dan menimbulkan siklus gatal-garuk-gatal, proses ini menyebabkan kerusakan stratum korneum. Keadaan tersebut menimbulkan gangguan fungsi sawar stratum korneum pada penderita DA. 4-9 Selanjutnya terjadi peningkatan iribilitas kulit pada DA, sehingga memudahkan terjadinya dermatitis kontak iritan.(klik gambar)

Gambar Dermatitis Atopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: