Dermatitis Popok

DERMATITIS POPOK

  • Dermatitis popok / napkin dermatitis : dermatitis yang terlokalisasi pada daerah yang tertutup popok.
  • Keadaan ini  hanya terjadi setelah pemakaian popok.
    • Etiologinya multifaktorial : peran feses, urin, friksi, hidrasi kulit, suhu, iritan kimiawi, dan popok itu  sendiri

PERAN POPOK :

  • Peran popok pada dermatitis popok sangat penting
  • Kejadian dan keparahan dermatitis popok berkurang dengan peningkatan kualitas bahan popok.
  • Popok modern : inner filtering layer, intermediate layer yang mengabsorbsi cairan, dan outer layer yang kedap air (waterproof).
    • Popok tradisional mempunyai kapasitas absorpsi yang rendah, sehingga kelembaban di area popok lebih tinggi. Popok ini biasanya memerlukan tambahan celana plastik yang kedap air.
    • Dengan demikian penguapan tidak terjadi, sehingga suhu dan kelembaban meningkat.

MIKROORGANISME :

  • Candida albicans saat ini dianggap sebagai mikroorganisme yang mempunyai peran paling penting pada dermatitis popok.

Beberapa penelitian mendukung hipotesis bahwa kolonisasi Candida sp. terjadi sekunder terhadap kerusakan kulit yang sudah ada

PERAN FESES :

  • Feses bayi mengandung residual enzim pankreas, misalnya protease dan lipase, serta beberapa enzim lain yang diproduksi bakteri dalam usus. Enzim pada feses ini terbukti merupakan bahan iritan yang kuat pada kulit.
  • Garam empedu dalam feses juga dapat meningkatkan iritasi pada kulit, dengan meningkatkan aktivitas enzim lipase.

URIN DAN pH :

  • Peran urin dalam dermatitis popok adalah dengan meningkatkan pH melalui pemecahan  urea menjadi amonia  dengan bantuan enzim urease feses. Peningkatan pH akan meningkatkan aktivitas enzim protease dan lipase yang dapat merusak kulit.
  • Urin dapat pula berperan dalam patogenesis dermatitis popok melalui peningkatan hidrasi kulit. Bila terjadi kontak yang lama, urin dapat secara langsung mengiritasi kulit dan meningkatkan permeabilitas terhadap bahan iritan.

FRIKSI :

  • Friksi dapat mengakibatkan rusaknya stratum korneum. Adanya gesekan antara popok dan kulit yang disebabkan aktivitas bayi dapat menimbulkan luka lecet.

HIDRASI :

  • Hidrasi yang berlebihan dapat disebabkan karena popok menghambat terjadinya penguapan.
  • Hidrasi dapat pula dicetuskan oleh keringat dan demam.
  • Adanya hidrasi  yang berlebihan menyebabkan maserasi kulit. Keadaan ini dapat mengganggu fungsi sawar epidermis serta mempermudah  tumbuhnya mikroorganisme. Keadaan ini membuat kulit lebih rentan terkena trauma.

SUHU KULIT :

  • Peningkatan suhu kulit daerah popok disebabkan oleh popok yang menghambat penguapan sehingga hilangnya panas juga berkurang. Keadaan ini dapat diperberat bila ada demam. Suhu yang meningkat mengakibatkan vasodilatasi dan memudahkan terjadinya peradangan
  • (klik gambar untuk melihat)                                                         Gambar dermatitis popok

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: