Kunir sahabat untuk penghalus kulit


Kunyit, kunir, atau oarng desa sebut koneng merupakan tanaman sekeluarga dengan jahe dengan nama latin Curcuma domestica Val.

Dari daun sampai ke rimpangnya banyak digunakan untuk bumbu dapur sampai bahan obat.

Tanaman ini mudah tumbuh,terutama di struktur tanah agak lembab /tanah merah
Sebagai bahan pewarna, rimpangnya sudah sejak dulu dipakai untuk mewarnai kapas, wol, sutera, tikar, dan barang-barang kerajinan lainnya. Juga sebagai pewarna dan penyedap berbagai makanan. Di Eropa, kunyit juga dipakai untuk mewarnai mentega, keju,dan. Tepung kunyit juga dipakai di industri kosmetika.

Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang memberi warna kuning pada kunyit. Kurkuminoid ini (kebanyakan berupa kurkumin) menjadi pusat perhatian para peneliti yang mempelajari keamanan, sifat antioksidan, antiinflamasi, efek pencegah kanker, dll, ditambah kemampuannya menurunkan risiko serangan jantung.

Senyawa kurkuminoid telah diteliti dan terbukti secara Klinis untuk melindungi sel-sel, jaringan dan organ tubuh dari kerusakan yang diakibatkan radikal bebas dengan menetralisasi radikal bebas, dan mencegah pembentukan radikal yang baru. Dan dari beberapa referensi pendukung memperlihatkan, dengan adanya antioksidan kunyit, maka kunyit sangat baik untuk kesehatan kulit.                                                                                                     Tradisi di kalangan keraton-keraton Jawa, para wanita dan putri-putrinya selalu rutin meminum kunyit asam untuk menjaga kesehatan dan kehalusan kulit mereka.

Aktivitas antiinflamasi dari kurkumin juga telah diuji dengan membandingkan kurkumin dengan senyawa steroid dan nonsteroid (fenilbutason) untuk pengobatan rheumatoid arthritis. Kurkumin berpengaruh pada sintesis senyawa yang menjadi penyebab inflamasi dengan cara menghambat biosintesis leukotrien dan berefek pada produksi prostaglandin. Kedua zat ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan panas. Dari studi yang dilakukan terlihat bahwa terjadi perbaikan yang nyata antara kurkumin dan fenilbutason.

Di samping itu, kunyit sebagaimana temulawak juga bermanfaat untuk melindungi hati dan banyak digunakan sebagai makanan pendamping bagi penderita lever.
Untuk pemakaian pada kulit, secara tradisional kunyit banyak dipakai untuk infeksi kulit seperti eksim dan kudis. Juga banyak digunakan untuk memperbaiki pencernaan seperti pengeluaran empedu sehingga mencegah perut kembung. Dalam bentuk salep banyak dipakai untuk mengobati borok, abses, bengkak, dan encok.

Berdasar Farmakope Cina, rimpang kunyit dipakai sebagai obat sakit dada dan perut, lengan sakit, sakit pada saat haid, luka-luka dan borok. Kunyit dianggap sangat mujarab untuk menyembuhkan haid yang tidak teratur, melancarkan aliran darah, melarutkan gumpalan darah dan dijadikan resep untuk mengobati sakit perut.

Tips Sehat caraMembuat Kunyit Asam

Tak sulit membuat ramuan kunyit untuk berbagai keperluan pengobatan. Anda pun bisa membuatnya sendiri. Berikut cara membuat kunyit asam seperti dipaparkan bagian R&D PT SidoMuncul kepada  harian Republika.

Untuk membuat jamu kunyit asam diperlukan bahan 80 gram asam Jawa, 150 gram kunyit, 130 gram gula Jawa, 80 gram gula pasir, garam secukupnya dan satu liter air. Biji asam dibuang, kemudian aduk asam tersebut dengan sedikit air. Kunyit diparut, peras airnya dan diendapkan. Campur air asam dan air kunyit dalam kuali tanah, rebus hingga agak kental, kemudian disaring.
Sedangkan untuk penghilang nyeri atau antiradang, rimpang kunyit sebanyak 20 gram dibuang kulitnya, lalu diparut. Tambahkan dua sendok makan air panas sambil diaduk. Peras dan saring airnya, boleh juga ditambah satu sendok makan madu. Kemudian, diminum sekaligus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: